Ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan bahan makanan, tetapi juga tentang kemampuan masyarakat dalam mengelola sumber daya yang dimiliki. Di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika ekonomi, Desa Sarijaya berkomitmen menjaga kemandirian pangan melalui keberadaan Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) Saritani. Lumbung ini menjadi bentuk nyata semangat gotong royong warga dalam memastikan pangan tetap tersedia dan terjaga kualitasnya sepanjang tahun.
LPM Saritani hadir tidak hanya sebagai tempat penyimpanan hasil panen, tetapi juga sebagai pusat pengelolaan dan penguatan ekonomi desa. Setiap butir padi yang tersimpan di dalamnya menjadi simbol ketekunan petani dan solidaritas masyarakat. Dengan sistem pengelolaan yang baik, gabah disimpan dalam kondisi layak dan siap digunakan saat masa paceklik tiba. Langkah ini menjadikan Desa Sarijaya lebih tangguh menghadapi ketidakpastian pangan di masa depan.
Selain menjaga cadangan pangan, LPM Saritani juga berperan sebagai ruang pembelajaran bagi petani. Melalui pelatihan, pendampingan, dan penerapan teknologi tepat guna, para petani didorong untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi pertanian. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan desa, tetapi juga membuka peluang bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Menata pangan berarti menata masa depan. Melalui kerja sama antara pemerintah desa, kelompok tani, dan masyarakat, Desa Sarijaya membuktikan bahwa kemandirian pangan dapat diwujudkan dari akar rumput. Dengan lumbung yang terkelola baik dan semangat gotong royong yang kuat, desa tidak hanya mampu menjaga kebutuhan pangan hari ini, tetapi juga menyiapkan kehidupan yang lebih sejahtera untuk generasi mendatang.